Gezah.com – Seekor macan akar (Neofelis diardi), yang merupakan salah satu spesies hewan dilindungi, dilaporkan tewas setelah tertabrak kendaraan di ruas tol Pekanbaru-Dumai. Kejadian ini menambah daftar panjang kasus satwa liar yang kehilangan nyawa akibat interaksi dengan manusia di jalan raya.
Insiden tersebut terjadi pada Rabu malam (25/12) di Kilometer 54 Tol Pekanbaru-Dumai. Pengemudi kendaraan yang terlibat kecelakaan melaporkan melihat hewan melintas secara tiba-tiba. Sayangnya, upaya untuk menghindari tabrakan tidak berhasil, dan macan akar yang diduga keluar dari habitatnya di sekitar kawasan hutan konservasi itu tewas di tempat.
Petugas tol dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi hewan tersebut. Kepala BBKSDA Riau, Dr. Wahyu Prasetya, menyatakan bahwa kejadian ini menjadi peringatan penting tentang perlunya langkah mitigasi lebih lanjut untuk melindungi satwa liar.
“Macan akar adalah salah satu spesies langka yang statusnya dilindungi menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Populasi mereka sudah sangat terancam akibat perburuan dan deforestasi, dan kejadian seperti ini hanya memperburuk situasi,” ujar Dr. Wahyu.
Habitat yang Terdesak
Jalan tol Pekanbaru-Dumai diketahui melintasi kawasan yang dulunya merupakan hutan alami, habitat berbagai satwa liar termasuk macan akar. Meskipun jalur tersebut sudah dilengkapi dengan beberapa underpass satwa, penggunaannya oleh hewan liar masih minim. Para ahli menyebutkan bahwa banyak satwa yang bingung karena habitatnya terfragmentasi.
“Pembangunan infrastruktur harus memperhatikan keseimbangan ekosistem. Jalur lintasan satwa seperti underpass perlu dioptimalkan dengan cara yang benar, misalnya dengan mendesainnya lebih alami sehingga satwa merasa aman untuk menggunakannya,” tambah Dr. Wahyu.
Ajakan untuk Tindakan
Kasus ini kembali mengingatkan semua pihak akan pentingnya perlindungan terhadap satwa dilindungi. Pemerintah, perusahaan pengelola jalan tol, dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
BBKSDA Riau berencana untuk meningkatkan edukasi masyarakat tentang keberadaan dan perlindungan satwa liar di kawasan tersebut. Selain itu, evaluasi terhadap jalur lintas satwa akan dilakukan guna memastikan keselamatan hewan yang hidup di sekitar jalan tol.
Kematian macan akar ini tidak hanya menjadi kehilangan bagi biodiversitas Indonesia, tetapi juga panggilan bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan dan kehidupan satwa liar. Tanpa langkah nyata, keberadaan spesies langka seperti macan akar semakin terancam punah.
