Gezah.com – Investasi global pada tahun 2024 terus menghadapi tantangan akibat ketidakpastian geopolitik, tekanan inflasi, dan perlambatan ekonomi di beberapa negara besar. Berikut adalah gambaran utama mengenai tren investasi berdasarkan negara:
1. Penurunan Investasi Global
Investasi asing langsung (FDI) global mengalami penurunan sekitar 2% pada tahun 2023, dengan nilai mencapai $1,3 triliun. Faktor utama yang memengaruhi adalah konflik geopolitik, perlambatan ekonomi global, dan kebijakan proteksionisme. Dampaknya lebih terasa di negara-negara berkembang, di mana investasi menurun hingga 7% menjadi $867 miliar. Wilayah Asia Tenggara, khususnya, mencatat investasi yang stagnan, sementara Tiongkok dan India mengalami penurunan signifikan.
2. Performa Negara-Negara Berkembang
Negara berkembang di Asia seperti Indonesia tetap menjadi tujuan utama investasi di kawasan ASEAN. Indonesia, misalnya, menunjukkan potensi besar dalam sektor energi terbarukan dan hilirisasi sumber daya alam. Namun, ketimpangan investasi antara negara maju dan berkembang masih menjadi tantangan utama, dengan negara maju tetap mendominasi dalam alokasi dana.
3. Fokus pada Investasi Berkelanjutan
Investasi berkelanjutan terus menjadi tren dengan peningkatan pada sektor obligasi hijau (green bonds). Beberapa negara seperti Indonesia mulai mendorong inisiatif ini melalui kebijakan taksonomi hijau dan harga karbon. Sementara itu, tantangan terkait standar keberlanjutan dan risiko “greenwashing” perlu diatasi untuk menjaga kepercayaan investor global.
4. Peluang di Tengah Ketidakpastian
Meskipun menghadapi tekanan global, ada peluang di sektor manufaktur yang terintegrasi dalam rantai pasok global seperti otomotif dan elektronik. Negara-negara dengan kebijakan investasi yang transparan dan dukungan infrastruktur digital cenderung menarik lebih banyak investasi.
5. Indonesia dan Reformasi Ekonomi
Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan daya tarik investasi dengan reformasi ekonomi yang berfokus pada diversifikasi sektor, optimalisasi kebijakan hilirisasi, dan kerja sama ekonomi internasional. Agenda seperti transisi energi menjadi salah satu prioritas utama untuk memanfaatkan peluang investasi berkelanjutan.
Kesimpulannya, tren investasi global menunjukkan dinamika yang kompleks, dengan kebutuhan negara-negara untuk beradaptasi terhadap tantangan geopolitik dan memanfaatkan peluang investasi berkelanjutan. Indonesia, meskipun menghadapi tantangan, memiliki potensi besar untuk meningkatkan perannya di pasar investasi global.
Sumber: UNCTAD World Investment Report 2024, BKPM Indonesia, CSIS Indonesia.
