Pekanbaru, Gezah.com – Bawaslu Provinsi Riau memetakan 25 indikator kerawanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) demi memastikan Pemilu 2024 berjalan lancar tanpa hambatan. Langkah ini menargetkan pengamanan proses demokrasi dari berbagai potensi gangguan.
Ketua Bawaslu Riau, Alnofrizal, menyatakan pihaknya telah menganalisis data dari 1.862 desa atau kelurahan di 12 kabupaten/kota di Riau. Bawaslu membagi indikator kerawanan ke dalam delapan variabel utama, seperti pelaksanaan hak pilih, keamanan, politik uang, politisasi SARA, netralitas penyelenggara, distribusi logistik, lokasi TPS, serta ketersediaan listrik dan internet.
“Kami sering menemukan kerawanan berupa keberadaan pemilih disabilitas di TPS, pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tidak memenuhi syarat seperti meninggal dunia atau menjadi anggota TNI/Polri, serta lokasi TPS yang sulit mengakses internet,” jelas Alnofrizal pada Kamis (21/11/2024).
Ia juga mengungkapkan beberapa TPS berada di wilayah rawan bencana, sulit dijangkau, atau dekat dengan posko kampanye peserta pemilu. Situasi ini, menurut Alnofrizal, dapat menghambat kelancaran pemungutan suara, khususnya di daerah terpencil atau yang pernah mengalami konflik sosial.
Bawaslu juga mempersiapkan langkah antisipasi terhadap ancaman lain seperti praktik politik uang, intimidasi terhadap penyelenggara, dan keterlibatan petugas dalam kampanye politik.
“Kami sudah menyusun strategi untuk mengatasi potensi gangguan ini. Tim Bawaslu akan menggelar patroli pengawasan di TPS yang dianggap rawan guna memastikan keamanan dan kelancaran proses pemilu. Kami juga menjalin koordinasi dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya. Selain itu, kami aktif menyosialisasikan dan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mereka menjaga integritas pemilu,” tegas Alnofrizal.
Melalui berbagai upaya ini, Bawaslu Riau memastikan setiap suara masyarakat terlindungi dan pelaksanaan pemilu berjalan sesuai harapan.
