Gezah.com – Astronom terus membuat terobosan dalam mempelajari lubang hitam, objek kosmik yang memiliki gravitasi luar biasa kuat. Salah satu penemuan terbaru adalah BH3, lubang hitam bintang yang memiliki massa 33 kali lebih besar dari Matahari. Penemuan ini dilakukan menggunakan data dari teleskop Gaia milik Badan Antariksa Eropa, yang diluncurkan pada 2013 untuk memetakan bintang-bintang di galaksi kita.
BH3 ditemukan di konstelasi Aquila, terlihat dari goyangan bintang yang mengindikasikan pengaruh gravitasi besar. Penelitian lanjutan dengan teleskop di Chili mengonfirmasi bahwa lubang hitam ini memiliki orbit yang menarik bintang pendamping dalam periode 11,6 tahun. Meski sangat masif, banyak lubang hitam seperti ini sulit dideteksi karena tidak selalu dikelilingi oleh bintang.
Selain itu, lubang hitam terbesar di Bima Sakti, Sagitarius A, terletak di pusat galaksi dan terbentuk dari awan debu besar, berbeda dari lubang hitam bintang. Penemuan BH3 menunjukkan bagaimana evolusi lubang hitam dapat terjadi sebelum interaksinya dengan objek lain di sekitarnya. Para astronom berharap data Gaia berikutnya, yang dijadwalkan rilis pada 2025, akan membuka lebih banyak rahasia tentang lubang hitam dan dinamika galaksi.
